1.06.2010

Kisah Uang



Dari sebuah milis. Kisah yang perlu kita renungkan.
Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali ke luar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik..

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

“Ya, ampiiiyuunnnn. ………..dari mana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor , lecet dan…… bau! Padahal waktu kitasama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
“Ya, beginilah nasibku, kawan. Sejak kita ke luar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam. Besoknya lagi, aku dilempar keplastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci
tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. …….”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:

“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah kedompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu.”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir ditempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”

Related posts

Description: Kisah Uang Rating: 4.5 Reviewer: Tedy ItemReviewed: Kisah Uang
Al
Mbah Qopet Updated at: 12.41.00

9 komentar:

  1. Hi, ur blog is really informative and inspirational, I think u r a great blogger, I suggest u must try blogerzoom.com for advertising and marketing of ur blog, They are offering very unique features at cheap prices. They will promote ur blog through all over the network, all u have to do is choose ur pack plus pay affordable prices and rest leave it to blogerzoom advertising team to promote ur blog in every networks. And see how u enjoys a lot of traffic plus good earnings from ur blog.

    BalasHapus
  2. mantab sangat bermanfaat, i like!!!

    BalasHapus
  3. Salam Kenal dariku, nice artikel :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

    BalasHapus
  4. hahahah.. pada intinya ada perbedaan yang merakyat dan yang terhormat, cerita yang bagus sebagai perumpamaan

    BalasHapus
  5. keep poting and haring mas :) kisah pendek yang inpiratif dianalogikan dengan 2 nominal uang yang berbeda :D

    BalasHapus
  6. Suatu kisah yang pas...dengan realita sekarang ini..Seratus ribuan sih paling top nih sekarang ini...kali aja nominal yang 1 juta-an, beda lagi ceritanya

    BalasHapus
  7. mungkin itulah contoh hal perbedaan yang ada di bumi.karena semua hal yang ada di bumi pasti mempunyai perpedaan.

    BalasHapus
  8. artikel yang menarik...
    kalimat terkhir maknanya sangat dalam.

    BalasHapus
  9. betul juga ya. kita jarang sekali menemukan uang seratus ribu di kotak amal.

    BalasHapus