2.08.2013

Hardware Komputer : Perangkat Pemroses (CPU)

Perangkat pengolah atau pemroses data dalam komputer adalah prosesor atau lengkapnya adalah mikroposesor, namun umumnya pengguna komputer menyebutnya sebagai CPU (Central Processor Unit). CPU merupakan otak bagi sebuah sistem komputer.  CPU memiliki 3 komponen utama yang merupakan bagian tugas utamanya yaitu unit kendai (Control Unit - CU), unit aritmetika dan logika (Aritmetic and Logic Unit - ALU), dan Register yang berfungsi membantu melakukan hubungan (interface) dari dan ke memori.  Tugas CPU adalah melaksanakan dan mengawal keseluruhan operasi komputer sehingga dapat dikatakan hampir semua pemikiran dilakukan disini, sehingga CPU sering dinamakan sebagai otak komputer.  CPU tempatnya terletak pada papan induk (motherboard), pada bagian inilah juga terletak segala pusat perangkat komputer seperti memori, port input-output (I/O), dan sebagainya.
Prosesor memiliki desain koneksi pada motherboard yang berbeda-beda, koneksi tersebut antara lain berupa socket atau slot, dan berikut adalah jenis-jenis socket prosesor yang telah diproduksi :

*.  Socket 1
adalah slot yang sudah kuno, memiliki 169 pin dan beroperasi pada 5 volt, ditemukan pada motherboard 486 yang mendukung prosesor 486SX hingga 486DX2, pada slot ini juga dipasang prosesor Overdriver 486DX4.

*.  Socket 2
Socket 2 mengalami sedikit perbaikan dari Socket 1.  Memiliki 238 pin dan tetap memerlukan tegangan 5 volt.  Meski tetap merupakan soket prosesor 486, pada slot ini bisa dipasang prosesor Pentium Overdrive.

*. Socket 3
Socket 3 didesain oleh Intel, memiliki 237 pin dan beroperasi pada tegangan 5 volt, tetapi telah ditambahkan kemampuan untuk mendukung tegangan 3,3 volt, dapat diganti dengan mengubah jumper setting pada motherboard.  Slot ini mendukung semua prosesor soket 2 dan prosesor 5x86, Socket 3 adalah slot terakhir untuk prosesor 486.

*.  Socket 4
Berganti ke Pentium, Intel mendesain slot baru dengan tipe Socket 4.  Socket 4 memiliki 273 pin dan beroperasi pada tegangan 5 volt.  Socket 4 hanya mendukung prosesor Pentium 60 - 66 MHz dan Pentium Overdrive.

*.  Socket 5
Socket 5 memiliki 320 pin dan beroperasi pada tegangan 3,3 volt.  Socket 5 mendukung prosesor Pentium 75 hingga 133 MHz.  Prosesor yang lebih baru dan cepat tidak cocok karena prosesor tersebut memerlukan pin tambahan.

*.  Socket 6
Menurut tipenya Socket 6 seharusnya dibuat untuk mendukung prosesor Pentium yang lebih canggih, tetapi ternyata Socket 6 adalah pengembangan dari Socket 3 yang didesain untuk prosesor 486.  Socket 6 memiliki 235 pin dan beroperasi  pada tegangan 3,3 volt.  Soket ini tidak terkenal karena pasar telah berganti ke era Pentium.

*.  Socket 7
Socket 7 adalah slot yang paling terkenal dan paling luas penggunaannya, memiliki 321 pin dan beroperasi pada daerah tegangan 2,5 - 3,3 volt, soket ini juga mendukung dual voltage.  Socket 7 mendukung semua jenis prosesor Pentium 75 hingga 200 MHz, Pentium MMX, AMD K5, AMD K6 dan K6-2,Cyrix/IBM 6x86 dan 6x86MX, dan Pentium MMX Overdrive.  Socket 7 adalah standar industri dan masih digunakan oleh prosesor generasi keenam produksi AMD (K6) dan Cyrix (M2).  Intel telah meninggalkan desain ini untuk prosesor generasi keenamnya yaitu Intel Pentium II.

*.  Socket 8
Socket 8 adalah slot berteknologi tinggi yang digunakan khusus untuk prosesor Pentium Pro.  Socket 8 Memiliki 387 pin dan beroperasi pada 3,1/3,3 volt.  Socket ini hanya mendukung prosesor Pentium Pro, terutama didesain untuk mendukung struktur ganda prosesor yang menyatukan fungsi cache L2 ke dalam prosesor.  sejak Intel memutuskan untuk berpindah ke teknologi Slot 1, perkembangan Socket 8 berhenti.

*  Slot 1
Banyak kemampuan ditambahkan pada desain Slot 1.  Slot 1 mengubah desain prosesor dari berupa kotak tipis dengan pin-pin pada bagian bawah menjadi prosesor yang ditempatkan pada daughtercard dan dikemas kedalam sebuah modul.  Daugthercard memungkinkan komunikasi yang cepat antara prosesor dan cache L2, tidak seperti Pentium Pro, pada prosesor Pentium II fungsi cache L2 dipisahkan dari prosesor dan disatukan pada daughtercard  dalam satu modul.  Slot 1 memiliki 242 pin dan beroperasi pada tegangan 2,8 - 3,3 volt.  Slot 1 didesain untuk mendukung prosesor Pentium II, Pentium Pro juga dapat dipasang pada Slot 1 dengan menancapkannya terlebihdahulu ke daughtercard tipe Socket 8 yang disebut dengan Pentium Pro Riser.

*  Slot 2
Slot 2 adalah penerus teknologi Slot 1 yang dikembangkan oleh Intel.  Ukurannya akan menjadi dua kali lipat Slot 1 dengan jumlah memori cahce yang lebih besar.  Prosesor yang memerlukan slot ini adalah Pentium II Xeon.

Merek-merek mikroprosesor yang dikenal antara lain Intel (tipe Pentium, Celeron, Xeon, dan sebagainya), AMD (Athlon, Duron, dan sebagainya), atau Motorolla (biasanya digunakan untuk Macintosh).  Karena mikroprosesor adalah otak yang mengatur sebagian besar aktivitas kerja komputer, maka bagus tidaknya mikroposesor mempengaruhi bagus tidaknya kerja komputer.  Jenis prosesor mempengaruhi kecpatan proses suatu komputer, hal ini akan berakibat pula pada program-program aplikasi apa saja yang dapat dioperasikan pada komputer tersebut.  Kecepatan Proses pada CPU ditentukan oleh ciri dan kapasitas kecepatan frekuensi (dihitung dalam unit MHz atau GHz). 
Pemasangan prosesor pada jenis soket dan slot berbeda.  Untuk jenis soket prosesor akan ditempatkan sesuai dengan pin-pin yang telah ditentukan.  Sedangkan untuk jenis slot, pemasangannya seperti memasang kartu (card) misalnya LAN card.

motherboard atau papan induk merupakan perangkat yang paling utama terdapat pada susunan komputer, ini dikarenakan sebagai tempat bergantungnya semua komponen dalam komputer.  Komponen-komponen yang ada di dalamnya seperti mikroposesor, coprocessor (opsional), chipset, memory, Basic Input-Output System (BIOS), expansion slots (untuk hard disk, CR ROM, video card, dan lainnya), serta sirkuit-sirkuit yang terkoneksi didalamnya.

Komponen-komponen tambahan dapat dipasang pada Expansion Slot.  Antarmuka elektronik di antara motherboard dengan papan-papan yang kecil atau kartu yang terpasang didalam Expansion Slot disebut bus.  Chipset merupakan merupakan chip yang berfungsi sebagai perantara komunikasi antar bagian komponen seperti CPU, bus, memori, dan sebagainya.  Setiap jenis motherboard memiliki chipset sendiri-sendiri yang merupakan ciri khas dari motherboard itu sendiri.
Perlu diingat bahwa kode atau tipe motherboard menunjukkan jenis dan kemampuan penggunaan prosesor (CPU), memori, ekspansi slot, dan sebagainya, maka jika kita akan melakukan upgrade hardware yang berhubungan dengan komponen-komponen yang ada dan menempel pada motherboard perlu diperhatikan betul kebutuhan yang sesuai, lebih amannya untuk mengetahui tentang motherboard bacalah buku petunjuk dari motherboard itu sendiri.

Related posts

Description: Hardware Komputer : Perangkat Pemroses (CPU) Rating: 4.5 Reviewer: Tedy ItemReviewed: Hardware Komputer : Perangkat Pemroses (CPU)
Al
Mbah Qopet Updated at: 10.32.00

2 komentar:

  1. Terimakasih banyak untuk postingan ini sobat! Sangat bermanfaat dan saya banyak belajar dari ini. :)

    BalasHapus
  2. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus