2.12.2008

Meninjau Kembali Makna Valentine's Day

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

14 Februari diperingati sebagai Valentine Day's (kadang disebut juga hari kasih sayang). Tahukah anda sejarah Valentine Day's ?

Salah satu versi sejarah valentine day's adalah Perayaan Lupercalia. Sebuah perayaan dimasa Romawi Kuno yang dipersembakan kepada Dewi Cinta Juno Februata. Dan pada tanggal 15 Februari meminta perlindungan kepada Dewa Lupercalia dari gangguan serigala.

Upacara ini diadopsi oleh Agama Kristen Katolik ketika memasuki kota Roma. Pada 496 M, Paus Gregory I menjadikan upacara tersebut menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.

St Valentine adalah seorang yang tidak mendukung upacara tersebut. Yang kemudian diketahui oleh Sang Kaisar, sehingga St Valentine dijatuhi hukuman mati. Ketika didalam penjara St Valentine jatuh hati pada gadis anak seorang sipir. sang gadis senantiasa datang menjenguk St Valentine. sebelum hukuman mati dijalankan St Valentine meninggalkan surat untuk si gadis.

Itulah sejarah Valentine's Day, yang berasal dari paganisme. Disadari atau tidak mengikuti perayaan Valentine's Day juga mengikuti ajaran Paganisme, yang berujung Musyrik kepada Allah SWT.

Ungkapan kasih sayang dapat kapan saja kita berikan tanpa perlu ikut-ikutan latah mengikuti ajaran agama lain (Syirik kepada Allah, pen).
Allah dan Rasul-Nya melarang keras, untuk kita mengikut kesyirikan dan tradisi jahiliyah kaum kafir.

Sebelum kita 'terjebak' marilah kita berfikir kembali. Pantaskah sebuah ajaran yang berasal dari budaya Pagan untuk kita ikuti. Sebuah tradisi yang nyata-nyata dibuat-buat.

Related posts

Description: Meninjau Kembali Makna Valentine's Day Rating: 4.5 Reviewer: Tedy ItemReviewed: Meninjau Kembali Makna Valentine's Day
Al
Mbah Qopet Updated at: 14.47.00

4 komentar:

  1. setuju brooooooo

    BalasHapus
  2. mampir nih ke blog barunya, hehe..
    mampir jg ya di blog saya pak ted, tp harap maklum udah 3 bulan blom di update. oya, shoutboxnya mana nih???

    BalasHapus
  3. baca juga : http://www.surya-o.co.cc/2008/02/kenapa-antipati-terhadap-hari-valentine.html

    BalasHapus
  4. bener tuch mereka hanya bisanya ikut2an...

    BalasHapus